Resensi buku The Casual Vacancy

The Casual Vacancy

Judul: The Casual Vacancy

Penulis: J.K. Rowling

Ini  kisah tentang Sebuah kota kecil di Inggris, yang jauh dari hiruk-pikuk London. Pagford, yang berbatasan wilayah dengan Yarvil. Dan, berdiri serta berkembang di antara 2 wilayah tersebut, Fields.  3 wilayah ini (Pagford, Yarvil, Fields) menjadi latar kisah dalam buku The Casual Vacancy.

Wilayah ini, untuk sesaat, mengingatkan saya akan sebuah kota kecil dalam film “gilmore Girls” lengkap dengan penduduk dengan segala permasalahan hidup mereka.

Kehidupan di pagford berjalan seperti layaknya sebuah kota kecil. Sampai, suatu hari seorang anggota dewan, Berry Fairbrother meninggal dunia di usia 40 tahunan. Barry meninggal di lapangan parkir klub golf. Dia dan istrinya (Mary) hendak makan malam merayakan ulang tahun perkawinan mereka. Tiba-tiba saja Berry terjatuh di tempat parkir. Ambulan segera datang dan mengantar Berry ke rumah sakit. Tapi nyawanya tak tertolong.

Andai saja Berry hanya salah satu warga di Pagford dengan pekerjaan, keluarga, dan kekayaan yang biasa-biasa saja, warga pasti akan merasa terkejut sesaat, kemudian menyatakan dalam hati berbelasungkawa untuk sang janda dan anak-anaknya, untuk kemudian melanjutkan aktivitas mereka. Penduduk akan melupakan berita duka cita ini dalam waktu tidak lebih dari 1 minggu.

Namun, Barry bukanlah ‘hanya’ salah satu penduduk pagford. Dia adalah salah satu dewan kota yang cukup karismatik. Dia mencintai Fields, tidak seperti anggota dewan kota yang lain (Howard) yang berharap Fields dikeluarkan dari wilayah Pagford. Berry memiliki filosofi, “Kalau kita membantu orang, orang itu akan tergugah untuk melakukan perubahan terhadap dirinya sendiri.”

Setelah wafatnya Berry Fairbrother, terjadi kekosongan kursi anggota dewan kota atau istilahnya “Casual Vacancy”.

3 orang berharap dapat menjadi pengganti Berry di dewan kota. Mereka adalah:

  1. Miles Morrison. Miles adalah putra Howard yang saat ini duduk di anggota dewan, yang berbeda pandangan politik dengan Berry Fairbrother. Howard membenci Fields dan segala hal yang berkaitan dengannya. Dia juga tidak menyukai keberadaan klinik rehabilitasi narkoba, Belchapel. Bertolak belakang dengan Berry yang sangat mendukung pendirian klinik tsb.
  2. Collin Wall. Collin dan istrinya Tessa adalah sahabat Berry Fairbrother. Collin bisa dikatakan adalah sekutu Berry. Collin pendukung kebijakan-kebijakan Berry. Dia berharap bisa menjadi penerus perjuangan Berry.  Collin bekerja sebagai wakil kepala sekolah di St. Thomas. Istrinya, Tessa menjadi guru konseling di sana. Juga di sekolah yang sama, putra adopsinya Stuart, bersekolah.  Stuart—biasa  dipanggil Fats– yang memberi julukan nama ‘Cubby’ pada nama Collin. Cubby adalah panggilan populer Collin di SMU St. Thomas. Tanpa sepengetahuan Collin dan tessa, Fats berpacaran dengan Krystal Weedon. Gadis paling bandel di sekolah, atau di seluruh Pagford. Seluruh warga pagford tahu bahwa ibu Krystal (Terry) dahulu bekerja sebagai wanita penghibur. Di rumahnya, Krystal hidup dengan Terri yang pecandu dan adik laki-lakinya yang berusia 3 tahun (Robbie). Krystal tidak pernah mengenal siapa ayahnya. Krystal juga sepertinya tidak terlalu peduli. Beban hidupnya sudah terlalu berat untuk mencari sosok yang bisa dia panggil “ayah”.
  3. Simon Price. Simon bekerja di sebuah percetakan. Dia sering mengerjakan pekerjaan ilegal. Mengambil barang curian dan menyembunyikannya di rumah adalah salah satu kejahatan ilegalnya. Simon memiliki 2 putra, Andrew dan Paul. Istrinya bernama Ruth yang bekerja sebagai perawat di Rumah Sakit. Simon seringkali memukul anak-anaknya sebab kekesalan sedikit saja. Bahkan, sering kali tanpa alasan yang jelas, dia bisa saja melakukan kekerasan fisik kepada 2 putranya dan istrinya. Pukulan selalu disertai pula dengan makian. Andrew yang duduk di SMU St. Thomas, bersahabat dengan Fats, geram dengan sikap ibunya yang masih saja bertahan untuk hidup bersama dengan laki-laki sakit jiwa seperti Simon.

Tiga pria ini (Miles, Collin, Simon) dengan percaya diri mencalonkan diri menjadi pengganti Berry Fairbrother. Berry dikenal sebagai seseorang yang karismatik, baik di kalangan orang dewasa maupun para remaja pagford sekalipun. Berry-lah yang mempelopori pembentukan tim dayung putri di SMU St.Thomas, menjadi pelatihnya dan membawa tim ini menjadi juara melawan SMU elit ‘St.Anne’. Krystal ikut dalam tim dayung tersebut dan menjadi favorit Berry. Berry melihat suatu potensi kebaikan dan kecerdasan  dalam diri Krystal yang diabaikan oleh orang-orang karena jelas tertutup oleh polah kenakalan Krystal.

Mampukah tiga kandidat calon pengisi kursi dewan, menggantikan posisi Berry sebagai sahabat para remaja ini.  Apakah jiwa karismatik Berry Fairbrother terdapat dalam tiga kandidat ini. Tiap kandidat berusaha mencari simapati para pemilih.

Hari pemilihan pun segera tiba. Tanpa diduga, persoalan justru muncul pada hari-hari menjelang pemilihan. Sebuah email kaleng diposting di website dewan kota, pengirimnya adalah “The_Ghost_of_Berry_Fairbrother.”

Simon Price, mendapat email yang dikirim oleh hantu Berry tersebut. Isinya menceritakan bahwa  dia menyimpan barang-barang curian di rumahnya.

Collin Wall juga tidak luput dari email kaleng  ini. Dalam email yang dikirim oleh hantu Berry tersebut dikatakan bahwa Collin sebagai wakil kepala sekolah, seorang disipliner ketat, ternyata memiliki perilaku seksual menyimpang.

Pada saat pemilihan, akhirnya Miles Morrison-lah yang jadi pemenang.

The Casual Vacancy adalah novel dewasa pertama J.K. Rowling. Namun, nuansa remaja sangat kental terasa ketika membaca buku ini. Kehidupan remaja mendomisasi keseluruhan konflik dalam novel ini. Pada akhirnya, pembaca tahu bahwa pengirim surel-surel kaleng tersebut adalah anak-anak para kandidat sendiri. Anak yang menolak tunduk dengan aturan hidup orangtua mereka. Fats sebagai putra wakil kepala sekolah, justru pemberi julukan paling konyol terhadap ayahnya sendiri di sekolah.

Krystal, dengan segala permasalahannya namun sangat menjaga adik semata wayangnya yang berusaha 3 tahun. Pada akhirnya, melakukan kecerobohan yang mneyebabkan kecelakaan si adik hingga meninggal dunia. Krystal tidak sanggup lagi menanggung semua beban hidpnya, dia pun mengkahiri hidupnya. Sukhvinder, teman Krystal yang selalu dia cemooh, ternyata sering menyiksa diri dengan menggores kulitnya dengan silet. Ironisnya, ritual menyiksa diri ini, dia lakukan di rumahnya, tanpa sepengetahuan orangtuanya.

Di bagian awal buku ini, pembaca disughkan dengan kisah pemakaman Berry yang penuh dengan testimoni kehilangan dan penghormatan. Pada bagian akhir dari novel ini, juga ditutup dengan sebuah acara pemakaman. Pemakaman Krystal Weedon dan adiknya Robbie yang berusia 3 tahun. Bedanya, tidak ada sambutan atau testimoni tentang perasaan kehilangan dan penghormatan.

Untuk kategori novel dewasa, nuansa remaja dalam buku ini tetap terasa. Rowling sangat piawai menggambarkan kehidupan remaja SMU. Bagaimana mereka bergaul, berpakaian, berbicara, bergaul, tempat-tempat nongkrong favorit atau tempat favorit untuk melakukan hal-hal yang dilarang sekolah dan orangtua. Rowling pun sangat paham bagaimana ‘jiwa berontak anak’ yang  ada dalam remaja seusia mereka.

Saya pribadi memberikan 4 bintang untuk buku ini. Untuk kecerdasan penulis dalam meramu kisah, tema cerita yang menarik. Untuk keahlian mengolah kata-kata sehingga setiap dialog dalam buku ini, menarik disimak. Untuk akhir cerita yang tragis namun sarat dengan hikmah kehidupan.

Buku ini recommended untuk dibaca para remaja, orangtua, guru, dan siapapun Anda yang bergelut dengan dunia pendidikan.

Visit my goodreads yah… : http://www.goodreads.com/review/show/469365825

http://www.goodreads.com/book/show/13497818-the-casual-vacancy

Advertisements

About adedamayanti

.... ehm.....
This entry was posted in Review Buku and tagged . Bookmark the permalink.

One Response to Resensi buku The Casual Vacancy

  1. destini says:

    saya baru saja selesai membaca The Casual Vacancy. Keren banget! Rowling pintar membuat sebuah cerita dengan konflik yang kuat. Dan memang benar di buku ini inti dari semua permasalahan yang ada adalah kenakalan remaja karena kebanyakan orang tua tidak mencoba mengerti mereka dengan baik.
    nice post 🙂
    salam kenal ya

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s