INDIA – Negeri dengan Semilyar Harapan

 

Resensi Buku
Judul: Revolution 2020
Penulis: Chetan Bhagat

 

Sebuah kisah tentang anak-anak muda india, ditulis oleh penulis novel 3 Idiots. Di sebuah sekolah dasar di kota varanasi, tiga orang anak bertemu untuk kemudian menjadi sahabat. Di sebuah kota suci di India, kisah ini bermula.

Varanasi, nama ini gabungan dari Varuna dan Asi, yang melintasi kota dan bermuara di sungai Gangga. Kota ini memiliki nuansa spiritual dan suci. Banyak warga india yang datang ke Kota Seribu Kuil ini dengan tujuan membersihkan dosa. Gopal Mishra, tokoh utama dalam buku ini, lahir di Gadholia yang berada di dekat ghat di tepi sungai Gangga.

Gopal Mishra putra semata wayang dari seorang ayah yang bekerja sebagai guru dengan gaji pas-pasan. Mereka berasal dari keluarga petani. Ibunda Gopal meninggal ketika dia masih anak-anak. Potret keluarga Gopal adalah potret keluarga india yang tidak kita temui dalam banyak cerita film Bolywood, yang biasanya menampilkan keluarga sangat kaya dengan rumah sangat mewah.

Sebagai seorang guru, ayah Gopal menginginkan putranya mendapatkan pendidikan terbaik. Harapannya, dengan pendidikan yang baik, Gopal bisa mengubah hidup mereka menjadi lebih baik. Ayah Gopal sakit keras, namun mereka tidak punya cukup uang untuk mendapatkan pengobatan yang layak. Biaya pengobatan begitu mahalnya, tidak terjangkau dengan gaji seorang pensiunan guru.

Pekerjaan yang baik menurut versi ayah Gopal adalah menjadi insinyur. Dan untuk menjadi insinyur yang diakui perusahaan-perusahaan bergengsi di India adalah insinyur lulusan universitas negeri. Untuk bisa masuk ke universitas negeri, seorang siswa harus lulus ujian saringan AIEEE (All India Engineering Entrance Exam). Semacam UMPTN di Indonesia semasa saya kuliah.

AIEEE diselenggarakan pemerintah India setiap tahun. Dalam ujian saringan ini, setiap peserta memperebutkan kursi di perguruan tinggi teknik se-India. Rasio penerimaannya 30 ribu berbanding satu juta. Siapa saja yang berminat menjadi insinyur, ikut serta dalam ujian ini. Gopal sebenarnya tidak terlalu berminat menjadi insinyur, namun sang ayah (Baba) berpikiran sebaliknya. Jika Gopal menjadi insinyur dan bekerja di perusahaan bergengsi, kondisi keuangan keluarga mereka akan membaik. Begitu juga martabat keluarga mereka yang saat itu sedang mengalami rongrongan dari keluarga Baba. Keluarga mereka sedang dalam proses persidangan dalam sengketa tanah pertanian ynag dimiliki ayah Gopal. Keluarga paman Gopal berniat mengambil alih tanah pertanian mereka seluruhnya. Ayah Gopal bersikeras mempertahankannya. Menurut Baba, seorang petani tidak akan pernah menjual tanah pertaniannya.

Agar bisa lulus ujian AIEEE, Gopal mengikuti bimbingan belajar. Gopal tidak sendirian melewati masa-masa lulus SMA ini. Dia memiliki 2 sahabat, Raghav Kashyap dan Aarti Pratap Pradhan, seorang putri magistrat distrik. Gambaran Aarti dalam novel ini mengingatkan saya pada gadis-gadis cantik pada film-film Bolywood. Wanita cantik dengan rambut panjang memakai dupata. Kadang, Aarti digambarkan begitu manisnya ketika memakai pakaian tradisional india, Salwar Kameez.

Berbeda dengan Gopal, Raghav memiliki kehidupan yang lebih beruntung. Ayah Raghav seorang insinyur yang bekerja pada perusahaan listrik negara. Sudah bisa ditebak sejak awal cerita, hubungan persahabatan 3 sahabat ini berkembang menjadi hubungan cinta segitiga ketika mereka dewasa.

Singkat cerita, Gopal berhasil membuat sang ayah kecewa. Gopal membuat Baba kecewa, sedih, dan putus harapan. Gopal gagal tidak lulus ujian AIEEE. Atas saran sang ayah, Gopal rela mengikuti bimbel selama setahun di Kota demi mengulang ujian AIEEE. Namun, keberuntungan masih belum berpihak pada Gopal. Di tahun berikutnya, untuk kedua kalinya Gopal gagal masuk universitas negeri. Namanya tidak tercantum dalam daftar peserta ujian AIEEE yang lulus.

Keberuntungan (lagi-lagi) lebih berpihak pada Raghav, ia lulus AIEEE dan berhasil masuk universitas Bhu. Selama Gopal berada di Kota, Aarti wanita pujaan hatinya jatuh ke pelukan Raghav. Orangtua mana yang tidak merestui putrinya pacaran dengan calon insinyur dari Bhu. Raghav adalah laki-laki dengan masa depan cerah.

Sekembalinya Gopal ke Varanasi, kabar buruk datang bertubi-tubi ke dalam kehidupannya. Aarti yang resmi berpacaran dengan Raghav. Kemudian, Baba meninggal dunia. Jadilah Gopal seorang yatim piatu. Baba meninggalkan tanah pertanian dan sejumlah hutang yang harus segera dibayar.

Dalam keputusasaan, Gopal berusaha mencari universitas swasta dan mencari pekerjaan. Di sisi lain, Raghav semakin bersinar sebagai aktivis majalah kampus.

Sunil, teman Gopal, menyarankan Gopal agar menggunakan tanah pertaniaannya untuk membangun sebuah universitas swasta. Sesuatu yang mustahil menurut Gopal. Bagaimana bisa seseorang yang tidak mempunyai gelar akademis mendirikan sebuah lembaga pendidikan untuk memberikan gelar kepada anak-anak muda india. Sunil kemudian mengajak Gopal menemui Shukla-ji, seorang anggota dewan. Melalui kekuasaan seorang anggota dewan, Sunil meyakinkan Gopal untuk mewujudkan sesuatu yang dianggap mustahil bagi Gopal.

Mereka pun menemui Shukla-ji. Sang pejabat ternyata menyambut baik ide ini. Membangun sebuah lembaga pendidikan di wilayah administrasinya akan memberikan citra positif terhadap namanya dan posisinya sebagai anggota dewan.

Dimulailah pekerjaan Gopal dalam mendirikan kampus GangaTech, sebuah universitas teknik swasta yang akan didirikan di tanah pertanian peninggalan Baba, tidak jauh dari kota Varanasi. Kota kelahirannya, kota masa kecilnya yang menjadi saksi perjuangannya menaklukkan ujian AIEEE, menaklukkan hati seorang gadis, dan perjuangan menjadi putra sang Baba yang bisa dibanggakan.

Dalam melewati lika-liku proses pendirian sebuah universitas, Gopal membutuhkan bimbingan dari orang yang berpengalaman dan membutuhkan banyak “pelicin” berupa uang sogokan demi meloloskan berbagai persyaratan administratif. Shukla-ji adalah orang yang memiliki banyak uang dan dia memiliki kekuasaan. Dua hal yang bisa mengubah sesuatu yang sulit menjadi mudah, dan bisa menyelesaikan segala masalah. Sesulit apapun masalahmu, jika kau punya uang dan kekuasaan, akan selalu ada solusinya. Itulah yang Gopal pelajari dari Shukla-ji. Biaya tidak wajar yang harus dikeluarkan Gopal, diantaranya: izin pendaftaran yayasan ; izin pendirian perguruan tinggi teknik ; izin wakil rektor universitas negeri ; izin alih guna lahan ; meloloskan inspeksi AICTE ; dan gaji tidak wajar untuk rektor. Bahkan Gopal harus mengeluarkan biaya tidak wajar juga ke sebuah pemilik bimbel, agar bimbel tersebut mempengaruhi peserta bimbelnya agar mendaftar di GangaTech.

Saya tidak tahu, apakah memang seperti ini kenyataan yang ada dalam sistem birokrasi di pemerintahan India. Saya juga ragu, apakah masyarakat india akan senang jika Chetan Bhagat selaku penulis menulis hal-hal seperti ini untuk dibaca pembaca di luar negara India. Entahlah, saya hanya pembaca, tugas saya adalah menikmati cerita.

***

Universitas GangaTech pun berdiri. Dengan rasa percaya diri yang baru sebagai direktur universitas, Gopal berusaha merebut Aarti dari Raghav. Gopal juga selalu berusaha memamerkan kesuksesannya kepada Raghav. Dia seolah ingin menunjukkan bahwa gagal dari ujian AIEEE, tidak membuat seorang anak muda india menjadi pecundang selamanya.

Raghav dewasa akhirnya bekerja sebagai jurnalis yang sangat idealis. Laporan jurnalismenya yang kritis mampu mengungkap praktek korup yang dilakukan Shukla dan membuat sang anggota dewan kehilangan jabatannya untuk kemudian dipenjara. Namun, berkat sikap idealismenya juga, Raghav kehilangan pekerjaan di surat kabar. Raghav kemudian membuat surat kabar sendiri dengan nama Revolution 2020. Raghav adalah tipe anak muda yang percaya bahwa akan ada revolusi india di tahun 2020. Pada waktunya nanti, para pelajar india akan keluar dari kelas untuk melakukan revolusi. Revolusi membersihkan sistem birokrasi negeri mereka. Revolusi untuk menjadikan India terbebas dari praktek kotor para politisi yang tidak bertanggung jawab.

Namun, Raghav tidak memiliki dukungan dan dia tidak memiliki kekuasaan. Ia berjuang seorang diri, tanpa bantuan orang yang memiliki kekuasaan. Raghav hanya memiliki koran Revolution 2020 yang sangat membutuhkan modal untuk operasional. Melihat kehidupan Raghaf yang sedang jatuh, Gopal merasa puas namun juga ada hal mengganjal dalam hatinya. Gopal berada pada satu momen dalam hidupnya. Dia sudah memiliki kehidupan yang lebih baik secara ekonomi. Dia merasa bahwa keberuntungan hidup akhirnya berpihak padanya. Dan dia sudah merasa mengungguli Raghav dalam banyak hal. Dan, dia berencana melamar Arti untuk menjadi istrinya.

Namun, ada satu hal yang mengganggu Gopal. Di tengah kesuksesannya, dia meragukan apakah dirinya orang baik atau bukan. Demi mengejar ambisi menjadi orang kaya, Gopal telah melakukan banyak hal yang tidak benar. Gopal bertanya pada diri sendiri, apakah dengan kehidupan mewah yang dia miliki dan berhasil mengungguli Ragahv, dia sudah merasa bahagia?

Akhir dari buku ini memiliki pesan moral yang baik. Bahwa pada dasarnya, setiap manusia memiliki kebaikan dalam hatinya. Jika saja, kita mau mendengarkan apa yang diakatakan hati nurani. Kita memiliki hak untuk memilih. Raghav memilih mengikuti panggilan hatinya, menjadi seorang jurnalis dan mengabaikan gelar insinyur yang diperolehnya. Aarti harus memilih satu di antara dua laki-laki yang mencintainya dengan tulus. Dan, si tokoh utama, Gopal, pun pada akhirnya dihadapakan pada dua pilihan. Menjadi orang baik atau menjadi orang dan sahabat yang jahat.

Saya senang dengan akhir cerita kisah ini, bahwa pada akhirnya Gopal memilih untuk menjadi orang baik. Namun, saya tidak akan membocorkan akhir kisah cinta segitiga mereka, apakah akhirnya Arti memilih Gopal atau Raghav sebagai pendamping hidupnya. Silakan temukan sendiri dalam buku ini. Pad hen ka anand lo – Selamat membaca. 🙂   (AD)

 

 

Advertisements

About adedamayanti

.... ehm.....
Gallery | This entry was posted in Review Buku. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s